4 Khasiat Madu Dalam Meningkatkan Dan Pencegahan Dari Penyakit Liver

Selamat datang di Spesialisherbal.net. Situs resmi yang akan memberikan berbagai informasi kesehatan, kali ini kami akan memberikan informasi tentang “Khasiat Madu Dalam Meningkatkan Dan Pencegahan Dari Penyakit Liver” Tanpa menunggu lebih lama lagi, mari kita cari tahu selengkapnya…

4 Khasiat Madu Dalam Meningkatkan Dan Pencegahan Dari Penyakit Liver

4 Khasiat Madu Dalam Meningkatkan Dan Pencegahan Dari Penyakit Liver – Hampir jutaan orang di seluruh dunia mengalami masalah dengan organ liver mereka. Di Indonesia sendiri, penderita penyakit liver diperkirakan mencapai 28 juta orang. Menurut data WHO tahun 2013.

Dari jumlah tersebut 70% adalah Hepatitis B, 10 juta di antaranya penderita fibrosis hati, Dan 3 – 5 juta dari penderita tersebut terkena sirosis hati. Gejala awal kerusakan hati adalah ikterus dengan hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan.

Ketika penyakit liver menyerang, kemungkinan tidak terjadi gejala yang signifikan. Oleh karena itu penyakit ini sering dianggap sebagai pembunuh diam diam.

Faktor yang menjadi pendukung bertambahnya penderita penyakit liver, dikarenakan kurangnya pemahanan terhadapat penyakit itu sendiri. Sehingga banyak yang tidak mendapatkan penanganan dini secara cepat.

Dibiarkan begitu saja, penyakit ini akan berpotensi menyebabkan kanker hati. Salah satu alternatif utama untuk ini adalah transplantasi hati. Namun, ini bukan satu-satunya cara yang benar.

Beberapa obat alami dapat bertindak sebagai alternatif untuk menyembuhkan masalah pada hati/liver. Madu adalah salah satunya. Sifat penyembuhan dan sifat anti-bakteri terutama bertanggung jawab untuk masalah ini. Madu mengandung methylglyoxal yang memiliki efek anti bakteri yang tinggi.

Apa Saja Manfaat Madu Untuk Kesehatan Hati :

  • Madu Mencegah Peradangan Sel-Sel Hati.

Madu memiliki potensi anti-inflamasi dan ini berguna dalam pengobatan peradangan hati. Peradangan sel hati adalah gejala potensial hepatitis dan ulkus hati. Madu dengan fenol, flavonoid, dan kandungan methylglyoxal mampu secara efektif mencegah peradangan ini.

Sebuah studi mengeksplorasi sejauh mana efek anti-inflamasi pada madu memiliki cyclodextrin kompleks. Ini menunjukkan bahwa efek anti-inflamasi dapat meningkatkan atau menekan tergantung pada kandungan methylglyoxal kompleks. Ini dapat dilihat pada tingkat TNFα yang berubah.

Dari studi di atas, efek anti-inflamasi madu dapat disimpulkan bahwa madu bertindak sebagai tutup pelindung terhadap peradangan. Dengan demikian mencegah kerusakan hati yang berkaitan dengan penyakit hati.

  • Anti-oksidan Yang Tinggi Dari Madu Dapat Mencegah Kerusakan Hati.

Kandungan fenolik yang tinggi dalam madu, sehingga memiliki sifat anti-oksidan yang kuat. Ini adalah properti baik yang melindungi sel dan jaringan dari kerusakan oksidatif potensial.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa perawatan madu dapat mengurangi kerusakan DNA pada jaringan hati. Pengurangan ini terkait dengan konten fenolik. Madu melakukan ini dengan memodifikasi dan menekan tingkat berbagai enzim anti-oksidan.

Studi lain menyoroti efek anti-oksidan pada duktus biliaris obstruktif yang menginduksi kerusakan hepatik. Ini adalah jenis kerusakan hati yang disebabkan oleh obstruksi duktus biliaris komunis, dimana itu gejala utama sirosis hati.

Ini artinya, Kandungan fenol dalam madu mampu menurunkan kerusakan oksidatif dalam sel. Dengan demikian mencegah kerusakan hati lebih lanjut.

  • Madu Dapat Melindungi Dari Hepatotoksisitas Yang Diinduksi Obat.

Madu memiliki kelebihan lain ketika berhubungan dengan penyakit hati. Ia bertindak sebagai perisai pelindung dan mencegah keracunan dalam sel-sel hati yang diinduksi oleh berbagai obat. Dengan demikian melindungi sel-sel hati dari kerusakan yang disebabkan oleh obat-obatan.

Studi menunjukkan bahwa madu bertindak pada sitokrom P450, enzim yang dapat memecah obat menjadi bentuk oksida beracun. Oksida-oksida ini yang menyebabkan kerusakan oksidatif pada sel-sel hati yang sering menyebabkan kematian sel. Dimana dapat juga menciptakan ketidakseimbangan sekresi empedu dan perubahan dalam sifat membran.

Penelitian menunjukkan bahwa madu bertindak sebagai agen pelindung untuk sel-sel hati dan mencegah segala jenis kerusakan yang diakibatkan oleh obat-obatan serta melindungi sel dari efek racun obat-obatan tertentu.

  • Madu Mampu Mencegah Pertumbuhan Sel Kanker.

Dan yang paling luar biasa dari madu adalah dengan adanya sifat Anti-kanker. Madu bersifat sitotoksik terhadap sel kanker dan tumor. Dimana secara khusus bertindak pada jenis sel dan mencegah pertumbuhan dan pembelahan sel.

Dimana melakukannya dengan mempengaruhi jalur sinyal tertentu dari sel. Dengan demikian hasil selektif penghancuran sel kanker menjaga sel sehat tetap utuh.

Sebuah penelitian menyoroti khasiat dari madu dalam pengobatan kanker. Ini menunjukkan madu tidak hanya madu bertindak sebagai alternatif pengobatan yang efektif tetapi juga mengurangi toksisitas agen kemoterapi konvensional.

Kesimpulannya adalah madu dapat melindungi kerusakan sel-sel hati dari berkembang menjadi sel-sel kanker potensial dengan menghambat pembelahan dan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol. Dengan demikian itu mengimbangi kemajuan kanker hati. Mengkonsumsi madu dengan kandungan methylglyoxal yang tinggi dapat mencegah kanker hati.

Itulah beberapa manfaat madu untuk kesehatan hati, dan masih banyak lagi yang terkandung didalamnya. Semoga informasi dari kami bermanfaat. Terima kasih

Salam Sehat 🙂

Post by Spesialis Herbal Indonesia

4 Khasiat Madu Dalam Meningkatkan Dan Pencegahan Dari Penyakit Liver

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *